Menteri HAM Natalius Pigai Tegaskan: Menolak Program MBG hingga Koperasi Merah Putih Sama dengan Menentang HAM
JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menegaskan bahwa pihak mana pun yang berupaya meniadakan program-program pro-rakyat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Merah Putih merupakan bentuk nyata penentangan terhadap prinsip Hak Asasi Manusia.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Pigai saat menjawab pertanyaan wartawan terkait teror yang dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Adrianto, di Kementerian HAM, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
“Maka orang yang mau meniadakan Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Merah Putih adalah orang yang menentang HAM,” tegas Pigai.
Menurutnya, kritik terhadap program pemerintah diperbolehkan sepanjang bertujuan memperbaiki layanan, namun upaya untuk menghapus program yang menyangkut hak dasar rakyat adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Pigai juga menyoroti narasi politik yang berupaya mengaitkan program-program pro-rakyat dengan kepentingan Pemilu.
“Maaf ya, ketika program-program yang baik ini diarahkan dengan Pemilu, maka menurut saya itu menentang orang kecil. Itu orang jahat. Orang yang tidak punya nurani. Orang yang tidak punya hati bagi orang kecil yang di depan mata orang miskin,” ujarnya dengan nada keras.
Ia menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin hak atas pangan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi, terutama bagi masyarakat miskin dan rentan. Oleh karena itu, program seperti MBG dan Koperasi Merah Putih dinilai sebagai wujud nyata pelaksanaan HAM oleh negara.
Pernyataan Pigai ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Kementerian HAM akan berdiri di garis depan dalam melindungi kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil dari upaya delegitimasi maupun penghapusan.
( TIM)






0 Komentar