DAIRI, 18 SEPTEMBER 2026 — Amanah tidak berhenti ketika sebuah program akhirnya berhasil beroperasi. Justru di saat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis mulai menyalurkan makanan bergizi setiap hari, tanggung jawab untuk menjaga, memverifikasi, dan memastikan semuanya berjalan sesuai amanah negara justru baru dimulai. PT Spirit Revolusi Media Nusantara, yang pernah berada di garda depan membuka jalan agar program ini dapat berjalan di Kecamatan Sidikalang, kini menegaskan bahwa amanah rakyat tidak pernah berakhir — dan pengawasan adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan itu.
Kisah perjuangan ini bermula ketika program MBG yang seharusnya menjadi harapan bagi anak-anak sekolah justru terhenti di pintu kantor kecamatan. Dapur SPPG telah melalui proses verifikasi, dinyatakan memenuhi standar, dan siap beroperasi — namun persetujuan sempat tertunda karena kesalahpahaman yang seharusnya tidak perlu terjadi. Di sinilah Spirit Revolusi hadir bukan untuk menghalangi, melainkan membuka ruang dialog, menyampaikan fakta, dan memastikan bahwa kepentingan anak-anak tidak menjadi korban ketidakpahaman. Setelah proses panjang komunikasi terbuka dan penyelesaian hambatan, akhirnya dapur resmi dibuka dan mulai beroperasi. Itu adalah langkah awal — namun amanah yang sesungguhnya baru dimulai.
Kini, ketika dapur sudah memasak dan menyalurkan makanan setiap hari, muncul pertanyaan yang sama pentingnya: apakah apa yang disajikan benar-benar sesuai standar? Apakah anggaran negara tercatat dan dipertanggungjawabkan dengan benar? Apakah apa yang terlihat di Radar MBG sama dengan kenyataan di lapangan dan dokumen fisik? Rakyat berhak mengetahui — karena setiap rupiah yang digunakan adalah uang rakyat, dan setiap piring makanan yang disajikan membawa amanah negara. Transparansi bukan permintaan berlebihan, melainkan hak yang melekat.
Maka pada hari ini, 18 September 2026, Spirit Revolusi secara resmi menyampaikan surat bernomor 0064/JRN/SPRDTR/PKKD/DSPPG/KSY/IX/2026 kepada Pimpinan Yayasan Kisah Nyata, c.q. Koordinator Wilayah SPPG MBG. Surat tersebut telah diterima dan ditandatangani langsung oleh Rudi Anto Kudadiri. Surat ini berisi permohonan konfirmasi, klarifikasi, serta permintaan melampirkan dokumen dan data pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis untuk Tahun Anggaran 2025 hingga 2026 yang sedang berlangsung — langkah yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan fungsi kontrol sosial dan keterbukaan informasi publik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
HAL YANG DIMOHON KONFIRMASI DAN KLARIFIKASI
Dalam surat tersebut, diminta konfirmasi resmi atas kesesuaian seluruh pelaksanaan program dengan Petunjuk Teknis Badan Gizi Nasional secara menyeluruh, kesesuaian data pada Radar MBG dengan kondisi riil di lapangan termasuk menu, kandungan gizi, jumlah porsi, jadwal penyaluran, dan lokasi penerima. Selain itu, diminta pula penjelasan mengenai mekanisme pemilahan, penyimpanan, penyaluran, dan pengelolaan seluruh jenis limbah yang dihasilkan operasional dapur — mulai dari limbah organik, anorganik, residu, limbah bahan berbahaya dan beracun, hingga air limbah — termasuk ketersediaan Berita Acara Penyerahan Limbah setiap kali penyerahan kepada pihak penerima yang berizin resmi.
Pemohon juga meminta konfirmasi mengenai kepatuhan pembayaran pajak PPN dan PPh sesuai ketentuan yang berlaku, status tindak lanjut temuan pengawasan dari pihak berwenang, serta kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan kepada Badan Gizi Nasional selama periode Tahun Anggaran 2025 hingga 2026 yang sedang berlangsung.
DOKUMEN DAN DATA YANG DIMINTA DILAMPIRKAN
Yayasan Kisah Nyata dimohon untuk melampirkan dokumen lengkap periode 2025–2026 yang mencakup dokumen legalitas dan kelembagaan yayasan, dokumen kerja sama, anggaran, dan keuangan — meliputi Perjanjian Kerja Sama, Rencana Anggaran Biaya, Laporan Pertanggungjawaban, buku kas, mutasi rekening, bukti perbelanjaan — serta dokumen pelaksanaan, menu, dan kandungan gizi, dokumen pengelolaan limbah beserta Berita Acara Penyerahan, dan dokumen administrasi, standar operasional prosedur, serta laporan berkala yang telah diserahkan kepada pihak berwenang.
Surat tersebut memberikan batas waktu lima hari kerja sejak surat diterima untuk memberikan tanggapan resmi dan melampirkan seluruh dokumen pendukung beserta rinciannya. Apabila tidak ditanggapi dalam batas waktu yang ditentukan, permohonan ini akan dilanjutkan dengan surat resmi Direktur Spirit Revolusi Media Nusantara untuk langkah-langkah selanjutnya sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku, hingga tahapan pengajuan dokumen yang dibenarkan oleh undang-undang untuk diperoleh dan dimiliki oleh pemohon.
Langkah ini bukan untuk menghentikan program — justru sebaliknya. Ini adalah bentuk kesinambungan dari perjuangan di awal. Jika dulu diperjuangkan agar program bisa berjalan, kini diperjuangkan agar program yang sudah berjalan itu berjalan dengan benar, sesuai amanah, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh masyarakat yang membiayai program ini melalui uang negara. Pengawasan yang berlanjut ini adalah bukti bahwa kepedulian tidak berhenti ketika pintu terbuka — justru di saat itulah kepedulian menjadi lebih penting.
“Amanah rakyat tidak memiliki batas waktu. Tidak selesai ketika program mulai beroperasi — justru di saat itulah amanah sesungguhnya dimulai. Kami memperjuangkan agar program ini bisa berjalan, dan kini kami tetap berada di sini untuk memastikan program ini berjalan benar. Spirit Revolusi milik rakyat, dan amanah rakyat tidak akan kami tinggalkan,” tegas perwakilan Spirit Revolusi.
Dalam penutup surat tertulis: jika bersih, mengapa harus risih. Transparansi bukan ancaman, melainkan kekuatan. Program yang berlandaskan amanah publik harus berani membuka pintunya — dan berani membukukan segala sesuatu di dalamnya. Wartawan bukan musuh, melainkan mitra kebenaran. Spirit Revolusi menolak menjadi mitra kepentingan, namun menjadi mitra kebenaran untuk rakyat.
Di setiap piring makanan yang disajikan dari dapur SPPG, ada harapan orang tua, ada janji negara, dan ada amanah rakyat. Amanah ini belum selesai. Ia akan terus dijaga setiap kali dapur memasak, setiap kali makanan disalurkan ke sekolah, setiap kali anak-anak menerima makanan bergizi. Dan di setiap langkah itu, keterbukaan, verifikasi, dan pengawasan harus selalu ada — karena program yang milik rakyat harus selalu terbuka untuk rakyat, dan amanah yang diberikan tidak boleh berhenti diperjuangkan.
Pewarta: spirit Revolusi.












0 Komentar