KOMITMEN PELAYANAN PRIMA, IMIGRASI BELAWAN GANDENG OMBUDSMAN SUMUT EVALUASI STANDAR LAYANAN
MEDAN – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Hal ini dibuktikan melalui kolaborasi strategis dengan Perwakilan Ombudsman Provinsi Sumatera Utara dalam sebuah kunjungan kerja yang dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana, prasarana, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) guna memastikan setiap proses keimigrasian berjalan optimal.
Sinergi untuk Transparansi dan Akuntabilitas
Sinergi antara kedua instansi ini menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi utama dalam melayani masyarakat di gerbang utara Sumatera.
Dalam peninjauan langsung, tim Ombudsman melakukan analisis mendalam terkait kualitas fasilitas dan aksesibilitas layanan. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada celah bagi terjadinya maladministrasi.
"Kehadiran Ombudsman bukan sekadar pengawasan, melainkan bentuk jaminan bahwa negara hadir memberikan kepastian hukum bagi setiap pemohon jasa keimigrasian," tulis rilis tersebut.
Gerai Pengaduan Langsung
Selain memantau kinerja operasional, Ombudsman juga membuka gerai pengaduan langsung di lokasi. Ini merupakan wadah aspirasi yang responsif bagi masyarakat untuk menyampaikan saran, kritik, maupun pengaduan secara langsung.
Tim Ombudsman memberikan apresiasi tinggi atas kualitas pelayanan yang telah berjalan baik di Imigrasi Belawan. Namun, penguatan pengawasan dan optimalisasi penyampaian informasi tetap menjadi poin arahan utama agar standar pelayanan terus meningkat dan semakin memuaskan masyarakat.
Kepala Imigrasi: Masukan Adalah Katalisator Perubahan
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Rajagukguk, menegaskan bahwa seluruh masukan dan rekomendasi dari Ombudsman sangat berharga.
"Masukan dari Perwakilan Ombudsman Sumut merupakan katalisator bagi jajaran kami untuk terus berbenah secara profesional," tegas Eko.
Kolaborasi ini dinilai berhasil menciptakan ekosistem pelayanan yang sehat, di mana pengawasan ketat bertemu dengan kesiapan operasional, menghasilkan sistem yang kredibel dan tepercaya.
(Radja)







0 Komentar